Puslatpur Martapura, Kalimantan Selatan, menjadi saksi uji coba meriam howitzer KH178 buatan Korea Selatan pada 30 Agustus 2026. TNI AD menggelar latihan penembakan taktis untuk menguji kemampuan artileri medan ini dalam dua mode utama: direct fire dan indirect fire. Latihan ini tidak sekadar menembak, melainkan simulasi prosedur tempur nyata yang menuntut presisi, kecepatan, dan koordinasi lintas kru.
Prosedur Penembakan Taktis: Dari Persiapan hingga Eksekusi
Setiap tahapan dalam latihan ini dirancang untuk mereplikasi kondisi medan tempur. Berikut adalah prosedur yang dilakukan oleh kru meriam howitzer KH178:
- Pembuatan Posisi Tembak: Kru menggali landasan roda untuk menstabilkan howitzer, mengatur elevasi laras sesuai sudut tembak, dan mengunci sistem recoil agar getaran tidak mengganggu akurasi.
- Pengisian Amunisi: Proyektil HE (High Explosive) seberat 21 kg dimasukkan ke ruang tembak. Kru kemudian menambahkan propelan modular — untuk sasaran jarak 12 km, digunakan tiga modul propelan.
- Mode Direct Fire: Sasaran berupa tank dummy pada jarak 500 meter. Kru menggunakan bidikan optik teleskopik dengan pembesaran 8x untuk membidik langsung. Komandan memberikan perintah tembak dengan hitungan mundur.
- Mode Indirect Fire: Data dari forward observer digunakan untuk mendapatkan koordinat grid. Kru menghitung elevasi dan azimuth berdasarkan data tersebut, lalu menembak tanpa melihat langsung sasaran.
- Reload Cepat: Setelah tembakan pertama, kru berlari melakukan reload. Dalam 2 menit, mereka berhasil menembakkan 6 butir proyektil secara beruntun — menunjukkan kecepatan dan kekompakan tim.
Hasil Uji dan Analisis Taktis Sistem KH178
Hasil uji coba menunjukkan bahwa meriam howitzer KH178 memiliki akurasi tinggi dengan simpangan rata-rata hanya 15 meter pada jarak 10 km. Angka ini tergolong impresif untuk artileri medan kaliber 105 mm. Sistem recoil terbukti stabil — getaran minimal setelah tembakan memungkinkan kru segera mempersiapkan tembakan berikutnya tanpa koreksi besar. Kecepatan pindah posisi pun hanya 30 detik, fitur krusial dalam taktik shoot-and-scoot untuk menghindari tembakan balasan. Dalam penembakan taktis mode direct fire, pembesaran optik 8x memberikan bidikan yang presisi pada jarak 500 meter, efektif untuk menghancurkan kendaraan lapis baja ringan. Mode indirect fire pun menunjukkan konsistensi: koordinasi antara forward observer dan kru howitzer berjalan mulus, dengan data grid yang akurat hingga jarak maksimum 12 km.
Pelajari taktik dari latihan ini: kecepatan reload dan stabilitas sistem recoil adalah kunci memenangkan duel artileri di medan tempur. Selain itu, kemampuan transisi cepat antara direct dan indirect fire memberi fleksibilitas tempur tinggi — satuan tidak perlu mengubah formasi saat berhadapan dengan sasaran bergerak dan sasaran tetap sekaligus. Inilah mengapa TNI AD terus mengadopsi sistem seperti KH178 untuk memperkuat korps artileri medan nasional.