Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield ke-V tahun 2026 resmi dimulai, membawa serta 4.743 personel dari 21 negara yang berkolaborasi di bawah satu komando. Puncak dari latihan ini adalah Field Training Exercise (FTX) yang dirancang untuk menguji interoperabilitas antar-unit dalam skenario pertempuran konvensional dan non-konvensional. Dengan berlangsungnya latihan hingga 11 September 2026, para peserta akan menjalani serangkaian simulasi yang dimulai dari operasi lintas udara hingga prosedur evakuasi medis, semuanya terintegrasi dalam satu alur taktis yang ketat.
Fase FTX: Simulasi Operasi Tempur Terintegrasi
Pada fase FTX, peserta tidak hanya berlatih secara terpisah, tetapi diharuskan menyinkronkan langkah dalam beberapa tahap operasi gabungan. Berikut adalah urutan skenario yang dijalankan:
- Operasi Lintas Udara (Airborne Operation): Proses infiltrasi pasukan ke zona musuh menggunakan pesawat angkut dan teknik terjun payung. Ini menjadi langkah awal untuk membangun keunggulan di titik-titik strategis.
- Operasi Udara (Air Operation): Setelah pasukan darat mulai masuk, kekuatan udara dikerahkan untuk mencapai superioritas udara serta memberikan dukungan serangan darat (close air support) guna melindungi pergerakan teman.
- Pengerahan Special Operation Force (SOF): Unit khusus diterjunkan untuk misi pengintaian mendalam dan serangan ke belakang garis musuh. Mereka bekerja secara independen namun terkoordinasi dengan komando utama.
- Operasi Amfibi (Navy & Marine Force): Pasukan laut dan marinir melaksanakan pendaratan amfibi untuk membuka front kedua, menguji kemampuan pendaratan di pantai yang dipertahankan.
- Land Combat & Land Joint Strike: Tahap akhir pertempuran darat, menggabungkan manuver batalyon dari berbagai negara dengan integrasi tembakan artileri dan dukungan udara. Setiap langkah diatur dalam pos komando gabungan untuk memastikan sinkronisasi.
Prosedur standar operasi meliputi pembentukan pos komando gabungan, koordinasi pergerakan batalyon, serta integrasi dukungan tembakan. Semua ini dilakukan dalam lingkungan Indo-Pasifik yang kompleks, menuntut setiap personel untuk memahami prosedur dan komunikasi lintas negara.
Prosedur Medevac dan Pelajaran Taktis
Latihan tidak berhenti pada pertempuran. Setelah skenario tempur selesai, peserta menjalani simulasi Medical Evacuation (Medevac). Tim medis gabungan berlatih evakuasi korban dari titik cedera ke fasilitas perawatan menggunakan helikopter dan kendaraan lapis baja. Prosedur triase dan stabilisasi di tempat kejadian menjadi fokus, mengingat kondisi medan yang mungkin tidak memungkinkan evakuasi cepat. Ini mengajarkan pentingnya kesiapan logistik medis dalam operasi gabungan.
Dari perspektif taktis, Super Garuda Shield 2026 memberikan pelajaran berharga tentang interoperabilitas. Ketika 21 negara dengan doktrin dan peralatan berbeda harus bekerja dalam satu rantai komando, kemampuan untuk menyelaraskan prosedur standar menjadi kunci. Latihan ini membuktikan bahwa FTX yang terstruktur — mulai dari airborne hingga medevac — mampu mengidentifikasi celah dan memperkuat sinergi antar-unit. Bagi penggemar militer, ini adalah contoh nyata bagaimana latihan gabungan skala besar dapat menjadi laboratorium taktis untuk menghadapi ancaman nyata di kawasan Indo-Pasifik.