Dalam simulasi pertempuran kota yang digelar Pusdikif, fokus utama latihan kali ini adalah prosedur pembersihan gedung bertingkat — sebuah skenario taktis yang menuntut koordinasi, kecepatan, dan presisi. Latihan dilakukan di kota latihan mock-up yang dirancang menyerupai lingkungan perkotaan padat, lengkap dengan bangunan bertingkat dan koridor sempit. Setiap langkah dirancang untuk melatih prajurit menghadapi ancaman dari berbagai sudut, mulai dari lantai dasar hingga atap gedung.
Tahap Awal: Penetapan Titik Masuk dan Pembukaan Jalur
Prosedur dimulai dengan penetapan titik masuk melalui lantai dasar. Tim penyerang menggunakan bahan peledak terbatas untuk membuka jalur masuk secara cepat dan terkendali. Ledakan tidak hanya berfungsi sebagai pembuka fisik, tetapi juga sebagai elemen kejutan taktis yang mengacaukan pertahanan musuh. Setelah pintu terbuka, tim segera memasuki area sambil menjaga sektor tembak masing-masing. Pada tahap ini, drone kecil dikerahkan untuk melakukan pengintaian interior sebelum tim bergerak maju. Data visual dari drone membantu komandan tim menentukan rute pembersihan yang paling aman dan efektif, terutama dalam situasi dengan visibilitas terbatas.
Teknik Pembersihan Berlapis: Slice the Pie dan Pengamanan Tangga
Setelah menembus lantai dasar, tim penyerang dibagi menjadi dua elemen utama: pembersih utama dan pengaman. Elemen pembersih bergerak secara berlapis, memeriksa setiap ruangan dengan teknik 'slice the pie' — metode memeriksa sudut ruangan dengan memutar badan secara bertahap untuk meminimalkan paparan terhadap tembakan musuh. Setiap prajurit dalam tim pembersih memiliki tanggung jawab spesifik: ada yang fokus pada sudut kanan, kiri, dan tengah. Sementara itu, elemen pengaman menjaga tangga dan koridor untuk mencegah musuh melancarkan serangan balik dari lantai atas atau samping. Koordinasi antara kedua elemen ini sangat penting agar tidak terjadi kebuntuan atau tembakan ramah. Selain itu, peserta dilatih menggunakan smoke grenade sebagai selubung saat memindahkan korban — sebuah langkah yang sering diabaikan namun krusial dalam operasi penyelamatan di dalam gedung.
Seluruh tahapan simulasi direkam dan dianalisis untuk mengevaluasi kecepatan gerakan, akurasi tembakan, serta kepatuhan terhadap prosedur. Setiap kesalahan, sekecil apa pun, dibahas dalam sesi debriefing. Latihan ini menekankan bahwa dalam pertempuran kota, setiap detik dan setiap sudut ruangan bisa menjadi penentu hidup-mati. Pembersihan gedung bertingkat bukan sekadar soal memasuki ruangan dan menembak sasaran, melainkan soal membaca medan, mengelola tim, dan mengelola risiko dengan disiplin tinggi. Pelajaran taktis yang bisa dipetik: jangan pernah meremehkan kompleksitas pertempuran kota — persiapan mental dan fisik yang matang, serta latihan simulasi seperti yang dilakukan Pusdikif, adalah investasi yang tidak bisa ditawar bagi setiap prajurit yang akan bertugas di lingkungan urban.