Sketsa Taktis
Memahami Strategi, Membangun Kekuatan Bangsa
SIMULASI

TNI AD Latihan Pertempuran Kota di Puslatpur Cicalengka

Simulasi pertempuran kota TNI AD di Puslatpur Cicalengka mengasah prosedur jarak dekat seperti formasi diamond dan bounding overwatch. Latihan ini mencakup tahapan dari flashbang entry hingga evakuasi korban di bawah asap. Pelajaran utamanya adalah adaptasi cepat terhadap perubahan situasi di lingkungan urban.

TNI AD Latihan Pertempuran Kota di Puslatpur Cicalengka

Pada 22 September 2026, TNI AD menggelar simulasi pertempuran kota di Puslatpur Cicalengka. Latihan ini difokuskan pada pengasahan prosedur standar operasi untuk pertempuran jarak dekat di lingkungan urban. Setiap regu serbu diterjunkan ke area yang disimulasikan sebagai kota, di mana setiap sudut dan lorong menyimpan ancaman tak terduga. Tujuan utamanya adalah membekali prajurit dengan kemampuan bertindak presisi di bawah tekanan, mulai dari pembentukan formasi hingga evakuasi korban di tengah baku tembak.

Formasi Diamond dan Bounding Overwatch: Langkah Awal Penguasaan Koridor

Setiap regu serbu terdiri dari lima personel dengan peran yang telah ditentukan: satu personel perisai, satu penembak utama, satu penutup, dan dua personel cadangan. Mereka bergerak menyusuri koridor dengan formasi diamond, menjaga jarak antarpersonel sekitar tiga meter. Formasi ini dipilih untuk mengurangi risiko terkena tembakan dari sudut buta sekaligus memungkinkan setiap anggota saling melindungi. Gerakan bounding overwatch diterapkan secara ketat: satu elemen bergerak maju sementara elemen lain memberikan perlindungan tembakan, memastikan kontak visual terus terjaga sepanjang pergerakan.

Tahapan taktis yang dilatih dalam simulasi pertempuran kota ini meliputi:

  • Pembentukan regu serbu dengan pembagian peran spesifik.
  • Pergerakan formasi diamond dengan jarak tiga meter antarpersonel.
  • Penerapan bounding overwatch untuk menjaga momentum dan proteksi.
  • Protokol flashbang sebelum memasuki ruangan.
  • Teknik two-man entry dengan posisi rendah dan tembakan bersilang.
  • Marka ruangan dengan cat semprot setelah steril untuk koordinasi tim berikutnya.

Setelah mencapai pintu ruangan, protokol flashbang menjadi kunci utama. Granat kejut dilontarkan untuk membutakan dan memekak lawan secara temporer, kemudian langsung disusul dengan two-man entry: dua personel masuk pertama dengan posisi rendah, menembak ke sudut ruangan secara bersilang. Teknik ini memecah konsentrasi musuh dan melindungi personel yang masuk. Setelah ruangan dinyatakan steril, regu memberikan marka dengan cat semprot pada pintu sebagai tanda bagi tim berikutnya.

Skenario Baku Tembak di Jalan Sempit: Evakuasi di Bawah Tekanan

Latihan tidak berhenti di dalam ruangan. Skenario terakhir mensimulasikan baku tembak di jalan sempit, di mana seorang prajurit terkena tembakan. Tim segera mengadopsi covering fire dari posisi aman sambil melemparkan smoke screen untuk menutupi pergerakan. Personel cadangan melakukan evakuasi korban dengan teknik drag atau carry di bawah perlindungan asap. Seluruh latihan diulang tiga kali dengan level kesulitan bertahap — mulai dari tanpa hambatan, kemudian dengan simulasi korban di luar dugaan, hingga tekanan waktu yang ketat.

Pelajaran taktis yang bisa dipetik dari simulasi TNI AD di Cicalengka ini adalah pentingnya adaptasi cepat terhadap perubahan situasi. Bounding overwatch dan two-man entry bukan sekadar prosedur kaku, melainkan kerangka yang harus dipadukan dengan inisiatif setiap personel. Ketika terjadi baku tembak di ruang terbuka sempit, prioritas berubah dari pembentukan formasi menjadi evakuasi cepat di bawah perlindungan asap. Inilah yang membedakan regu yang terlatih dan tangguh dalam pertempuran kota modern.

ENTITAS TERDETEKSI
Organisasi: TNI AD
Lokasi: Cicalengka