Sketsa Taktis
Memahami Strategi, Membangun Kekuatan Bangsa
PERALATAN

PT Pindad Serahkan Prototipe Mortir 120mm Otomatis untuk Dukungan Taktis Operasi Mountain Warfare

Prototipe mortir 120mm otomatis PT Pindad memungkinkan tembakan bergerak dengan CFCS, mempercepat reaksi artileri di medan pegunungan. Waktu persiapan tembak kurang dari 30 detik dan akurasi terbukti pada jarak 7 km. Sistem ini menjadi solusi taktis untuk operasi mountain warfare yang membutuhkan mobilitas dan kecepatan respons tinggi.

PT Pindad Serahkan Prototipe Mortir 120mm Otomatis untuk Dukungan Taktis Operasi Mountain Warfare

Dalam operasi mountain warfare, kecepatan reaksi dan mobilitas artileri menjadi faktor penentu. PT Pindad baru saja menyerahkan prototipe mortir 120mm otomatis kepada TNI AD pada 22 September 2026, sebuah peralatan yang dirancang khusus untuk menghadapi tantangan medan vertikal. Sistem ini mengadopsi teknologi computerized fire control system (CFCS) yang memungkinkan tembakan sambil bergerak (fire-on-the-move)—sebuah kemampuan yang selama ini sulit diwujudkan pada mortir konvensional. Artikel ini akan membedah prosedur operasi, skema taktis, dan keunggulan sistem ini berdasarkan data uji tembak yang telah dilakukan.

Prosedur Operasi: Integrasi CFCS dan Tembak Bergerak

Pengoperasian mortir otomatis ini dimulai dari input koordinat target melalui tablet rugged yang terhubung ke GPS dan laser rangefinder. Operator cukup memasukkan data sasaran, lalu sistem secara otomatis menghitung parameter tembakan: angle quadrant elevation (QE), charge table, dan deflection. Berikut tahapan detailnya:

  • Operator memverifikasi posisi unit melalui GPS dan mengukur jarak serta azimuth target menggunakan laser rangefinder.
  • Tablet rugged mengirim data ke CFCS yang langsung mengkalkulasi koreksi ballistik berdasarkan elevasi medan, suhu, dan tekanan udara.
  • Sistem menampilkan solusi tembakan yang siap dijalankan; operator hanya perlu memilih mode direct lay atau indirect lay sesuai situasi taktis.
  • Mortir mampu menembak dengan rate of fire 12 butir per menit, memungkinkan suppressive fire cepat sebelum musuh bereaksi.

Kemampuan fire-on-the-move menjadi kunci: meskipun kendaraan sedang bergerak, sistem CFCS terus mengoreksi posisi relatif terhadap target, sehingga tembakan tetap akurat. Ini sangat efektif untuk menghindari tembakan balasan di medan pegunungan yang minim perlindungan.

Mobilitas Taktis di Medan Pegunungan

Untuk pergerakan di kontur pegunungan, peralatan mortir ini dipasang pada kendaraan rantis 4x4 dengan suspension adjustable. Fitur ini memungkinkan kendaraan menyesuaikan ketinggian sasis saat melintasi tanjakan curam atau lereng berbatu. Keunggulan utama lainnya adalah waktu persiapan tembak kurang dari 30 detik sejak kendaraan berhenti (halte). Bandingkan dengan mortir manual yang membutuhkan waktu 2–5 menit untuk memasang plat dasar dan mengatur elevasi—sebuah perbedaan yang bisa menentukan dalam ambush atau counter-battery. Uji tembak pertama yang dilakukan di Puslitbang TNI AD berhasil mencapai sasaran pada jarak 7 km, membuktikan akurasi sistem ini meskipun diuji dalam kondisi simulasi medan pegunungan.

Analisis taktis: Dengan mortir otomatis ini, TNI AD memperoleh kemampuan tembakan tidak langsung yang sangat responsif di medan vertikal. Doktrin mountain warfare menekankan pada mobilitas tinggi dan tembakan tepat sasaran untuk mengimbangi mobilitas musuh yang memanfaatkan kontur bukit. Kecepatan persiapan tembak di bawah 30 detik memungkinkan unit artileri melakukan shoot-and-scoot, mengurangi risiko deteksi oleh radar musuh. Pelajaran penting bagi penggemar militer: integrasi sistem kendali tembakan otomatis pada peralatan artileri bukan lagi sekadar kemewahan, melainkan kebutuhan operasional di medan yang tidak bersahabat seperti pegunungan.

ENTITAS TERDETEKSI
Organisasi: PT Pindad, TNI AD, Puslitbang TNI AD