Tim Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL baru saja menyelesaikan latihan combat diving dengan sistem closed-circuit rebreather (CCR) di perairan Krakatau. Latihan ini dirancang untuk mengasah kemampuan infiltrasi bawah air tanpa jejak gelembung, yang merupakan syarat mutlak dalam operasi senyap. Seluruh prosedur dijalankan secara bertahap, mulai dari pengecekan peralatan hingga eksekusi serangan dan evakuasi.
Tahap Persiapan: Pre-Dive Check dan Formasi Gerak
Sebelum masuk air, setiap penyelam wajib melakukan pre-dive check secara ketat. Langkah-langkahnya meliputi:
- Memeriksa scrubber (tabung penyerap CO2) untuk memastikan tidak jenuh.
- Mengecek oksigen partial pressure (PO2) agar sesuai dengan kedalaman rencana.
- Menyetel diluent (campuran gas pengencer) seperti trimix atau heliox untuk mencegah narkosis nitrogen.
Setelah sistem dinyatakan aman, tim membentuk formasi diamond saat bergerak di bawah air. Formasi ini meminimalkan noise dan memudahkan komunikasi visual. Teknik pengapungan fin-tip digunakan—hanya ujung sirip yang menyentuh air—untuk menghindari timbulnya gelembung yang bisa terdeteksi musuh. Navigasi mengandalkan kompas analog dan depth gauge digital, dengan referensi titik kontur dasar laut yang sudah dipetakan sebelumnya.
Approach Target dan Penetrasi: Skema Serangan Senyap
Mendekati target (dummy kapal musuh), tim melakukan ascent halus ke kedalaman 3 meter. Manuver ini penting untuk mengurangi risiko dekompresi dan menghindari deteksi sonar permukaan. Setelah berada di titik buta kapal, penyelam melakukan penetration melalui lubang masuk yang sudah direkognisi saat pengintaian sebelumnya. Tahapan serangan internal:
- Inside attack: memasang limpet mine di lambung bawah kapal, tepat di sekat mesin.
- Pemasangan dilakukan dengan sistem magnetic clamp dan timer akustik untuk menghindari detonasi dini.
- Evakuasi dilakukan dengan kembali ke formasi file (satu baris) dan bergerak menjauh secara zig-zag untuk mengelabui sonar musuh.
Latihan ini disupervisi langsung oleh instruktur dari US Navy SEALs, yang memberikan after action review (AAR) mengenai kecepatan pemasangan limpet mine dan disiplin formasi. Tim Kopaska berhasil menyelesaikan seluruh skenario dalam waktu yang lebih singkat dari target operasional.
Analisis Taktis: Latihan combat diving dengan rebreather ini mengajarkan bahwa kesuksesan infiltrasi bawah air tidak hanya bergantung pada peralatan, tetapi juga pada prosedur pre-dive yang ketat dan disiplin formasi. Teknik fin-tip dan ascent halus mengurangi risiko deteksi, sementara evakuasi zig-zag memperlihatkan pemahaman akan profil ancaman sonar. Bagi penggemar militer, latihan ini adalah contoh nyata bagaimana Kopaska memadukan teknologi CCR dengan taktik gerilya laut.