Latihan Close Quarter Battle (CQB) di lingkungan hutan perkotaan membutuhkan pendekatan taktis yang presisi. Pada 21 Oktober 2026, Satuan 81 Kopassus menggelar simulasi breach di Sentul City dengan mengadopsi doktrin small team breach—formasi enam personel yang masuk secara simultan melalui pintu dan jendela. Latihan taktis ini dirancang untuk mengasah kemampuan reaksi cepat dalam medan urban yang padat dan tidak terduga.
Doktrin Small Team Breach: Formasi dan Tahapan Masuk
Inti dari latihan ini adalah penerapan doktrin breach dengan pembagian peran yang ketat. Setiap tim terdiri dari enam personel yang dibagi ke dalam tiga sub-tim: penjepit kanan, penjepit kiri, dan perlindungan belakang. Tahapan dimulai dengan pengintaian 360 derajat menggunakan drone pengintai jarak dekat untuk memetakan titik masuk dan potensi ancaman. Berikut rincian prosedur insertion:
- Insertion dari dua sudut berseberangan — tim mendekati target dari arah yang berlawanan untuk membagi konsentrasi lawan.
- Sub-tim penjepit kanan dan kiri bertanggung jawab memasuki ruangan melalui pintu dan jendela secara bersamaan, menciptakan efek kejutan dan tekanan dari dua sisi.
- Sub-tim perlindungan belakang mengamankan area eksterior dan siap memberikan dukungan tembakan jika terjadi kontak.
Setelah ruangan berhasil dikuasai, prosedur dilanjutkan dengan pembersihan amunisi dan evakuasi korban. Evakuasi dilakukan dengan teknik drag dan cover untuk memastikan personel yang terluka segera dipindahkan ke zona aman tanpa mengorbankan momentum serangan.
Analisis Taktis: Mengapa Formasi 6 Personel Efektif di Hutan Perkotaan
Lingkungan hutan perkotaan seperti Sentul City memiliki karakteristik unik: kombinasi antara bangunan beton dan vegetasi lebat. Doktrin CQB yang diterapkan Kopassus menekankan pada mobilitas dan kecepatan. Formasi enam personel dipilih karena memungkinkan rotasi amunisi dan pergantian sudut tembak tanpa kehilangan tekanan. Penggunaan drone pengintai jarak dekat pada fase pengintaian memberikan keunggulan taktis dengan memetakan posisi penghalang dan titik lemah struktur bangunan.
Pelajaran taktis yang dapat dipetik dari latihan ini adalah pentingnya koordinasi antar sub-tim dalam eksekusi breach simultan. Dengan membagi tim menjadi tiga fungsi spesifik, Kopassus mampu meminimalkan risiko tembakan ramah dan mempercepat penguasaan area. Latihan taktis semacam ini menjadi bekal vital dalam operasi antiteror di kawasan urban yang padat penduduk.