Sketsa Taktis
Memahami Strategi, Membangun Kekuatan Bangsa
PERALATAN

Evaluasi Pasca-Latihan: Bedah Kinerja Sistem Howitzer CAESAR 105mm TNI AD dalam Latihan Tempur Menembak Bergerak

Evaluasi Pasca-Latihan: Bedah Kinerja Sistem Howitzer CAESAR 105mm TNI AD dalam Latihan Tempur Menembak Bergerak
Satuan Artileri Medan (Armed) TNI AD melakukan evaluasi mendetail terhadap penggunaan Howitzer CAESAR 105mm dalam latihan tembak bergerak (shoot-and-scoot) di lapangan tembak Sendang Biru. Prosedur standar yang dievaluasi dimulai dari fase 'Occupation of Position'. Kru CAESAR memasuki posisi tembak yang telah direncanakan, kemudian melakukan proses 'Emplacement' cepat dengan menggunakan sistem hidrolik untuk menstabilkan platform. Selanjutnya, fase 'Fire Mission Execution': Komandan peleton menerima data tembak (koordinat target, muatan amunisi) dari Forward Observer (FO). Data dimasukkan ke sistem komputer pemandu tembak (FCS), yang secara otomatis menghitung elevasi dan azimuth. Setelah komando 'Fire!', meriam menembakkan proyektil High-Explosive (HE). Tahap kritis adalah 'Displacement': Dalam waktu target kurang dari 3 menit setelah tembakan pertama, kru harus melakukan 'Scoot'. Prosedurnya adalah menurunkan stabilizer, menarik pasak tanah, dan mengemudi meninggalkan posisi sebelum counter-battery fire musuh tiba. Evaluasi menunjukkan bahwa waktu rata-rata CAESAR dari 'tiba-menembak-berpindah' (shoot-and-scoot cycle) adalah 5 menit 30 detik, lebih cepat dari target doktrin. Kelemahan yang diidentifikasi adalah ketergantungan pada data FO yang akurat dan kerentanan logistik amunisi.
ENTITAS TERDETEKSI
Organisasi: Satuan Artileri Medan (Armed), TNI AD
Lokasi: lapangan tembak Sendang Biru