BEDAH TAKTIK
Bedah Taktik Pertahanan Pangkalan Udara: TNI AU Terapkan Konsep Active Defense
15 September 2026
Jakarta
23 views
Konsep 'Active Defense' untuk pertahanan pangkalan udara tengah diterapkan oleh TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma. Bedah taktik kali ini mengupas langkah-langkah sistematis untuk mengimbangi ancaman serangan rudal balistik dan serangan udara mendadak. Langkah pertama adalah pembentukan tiga lapis pertahanan: lapisan luar berupa radar jarak jauh (GCI) yang dapat mendeteksi ancaman hingga 200 km; lapisan menengah berupa sistem rudal permukaan-ke-udara jarak pendek (Short Range Air Defense/SHORAD); lapisan dalam berupa senjata anti-pesawat otomatis (35 mm Gepard) dan tim penangkis serangan darat. Langkah kedua adalah penyebaran aset secara mobile untuk menyulitkan deteksi musuh—misalnya, radar dimatikan secara bergantian dan dipindah setiap 8 jam. Langkah ketiga adalah prosedur 'scramble' pesawat tempur dalam waktu kurang dari 5 menit setelah peringatan, dengan pilot yang sudah berada di kokpit dalam status alert 5. Evaluasi taktis menunjukkan bahwa konsep ini efektif menekan kerentanan pangkalan udara dibandingkan dengan konsep 'point defense' konvensional karena memaksa musuh untuk terus mengubah sasaran. Penerapan konsep ini diharapkan dapat memperkuat doktrin pertahanan pangkalan udara TNI AU ke depan.
ENTITAS TERDETEKSI
Organisasi: TNI AU
Lokasi: Lanud Halim Perdanakusuma