Sketsa Taktis
Memahami Strategi, Membangun Kekuatan Bangsa
BEDAH TAKTIK

TNI AL Latihan Anti-Kapal Selam dengan Prosedur Search and Attack (SA) di Selat Malaka

Latihan anti-kapal selam TNI AL di Selat Malaka menggunakan prosedur Search and Attack (SA) yang terdiri dari fase pencarian dengan barrier sonobuoy dan sonar, serta fase serangan dengan torpedo MU90. Integrasi melalui Tactical Data Link antara KRI Bung Tomo-357 dan helikopter AS565 Panther memungkinkan deteksi dan penghancuran target bawah air hanya dalam 45 menit. Pelajaran taktis utama adalah efektivitas koordinasi multi-platform dalam operasi ASW di perairan strategis.

TNI AL Latihan Anti-Kapal Selam dengan Prosedur Search and Attack (SA) di Selat Malaka

Latihan anti-kapal selam (ASW) yang digelar TNI AL di perairan Selat Malaka baru-baru ini menyajikan studi kasus menarik tentang prosedur Search and Attack (SA) yang terstruktur. Dengan mengerahkan KRI Bung Tomo-357 dan helikopter AS565 Panther, latihan ini tidak sekadar unjuk kemampuan, melainkan simulasi taktis yang menguji kesiapan armada dalam mendeteksi dan menetralisir ancaman bawah air. Prosedur SA yang diterapkan membagi operasi menjadi dua fase kritis: Search (pencarian) dan Attack (serangan), masing-masing dengan peran dan peralatan spesifik.

Fase Search: Membangun Barrier Sonobuoy dan Deteksi Sonar

Pada fase pertama, tim ASW membangun barrier deteksi menggunakan kombinasi sonar aktif dan pasif. Helikopter AS565 Panther menjadi ujung tombak dengan menjatuhkan sonobuoy pada titik-titik tertentu untuk membentuk pola barrier yang optimal. Sementara itu, KRI Bung Tomo-357 mengoperasikan sonar aktif kapal untuk memindai area yang lebih luas. Prosedur ini dirancang untuk meminimalkan blind spot dan memastikan setiap kontak bawah air tercatat. Setelah sonobuoy dan sonar kapal saling melengkapi, data kontak langsung diintegrasikan melalui Tactical Data Link.

  • Sonobuoy aktif digunakan untuk memancarkan gelombang suara dan menangkap pantulan dari objek bawah air.
  • Sonar pasif kapal mendeteksi kebisingan yang dipancarkan oleh target, seperti mesin atau propeller.
  • Pola barrier sonobuoy diatur sedemikian rupa untuk menutup kemungkinan rute evasi target.

Fase Attack: Peluncuran Torpedo MU90 dan Manuver Evasion

Begitu kontak sonar positif dikonfirmasi, fase Attack segera dimulai. Kapal meluncurkan torpedo ringan jenis MU90 yang dirancang untuk menghancurkan sasaran bawah air dengan presisi tinggi. Setelah torpedo diluncurkan, KRI Bung Tomo-357 melakukan manuver evasion untuk menghindari kemungkinan serangan balik dari target—sebuah langkah standar dalam taktik anti-kapal selam untuk menjaga keselamatan kapal. Seluruh proses ini dipandu oleh Tactical Data Link yang menghubungkan data dari helikopter, kapal, dan komando taktis, memungkinkan koordinasi real-time yang cepat.

Latihan ini berakhir dengan sukses: target bawah air berhasil dideteksi dan 'ditenggelamkan' dalam waktu 45 menit. Pelajaran taktis yang bisa dipetik adalah pentingnya integrasi multi-platform (kapal-helikopter) dan penggunaan data link untuk mempercepat siklus deteksi-serangan. Dalam skenario nyata, kemampuan seperti ini menjadi penentu dominasi di Selat Malaka yang strategis, di mana ancaman kapal selam musuh bisa muncul kapan saja. Prosedur Search and Attack yang terlatih secara rutin memastikan setiap personel dan peralatan siap tempur dalam kondisi tekanan tinggi.

ENTITAS TERDETEKSI
Organisasi: TNI AL
Lokasi: Selat Malaka