Satuan pasukan khusus TNI melakukan simulasi operasi malam terintegrasi atau integrated night ops di wilayah latihan khusus, dengan fokus pada penerapan teknologi Enhanced Night Vision Goggle (ENVG) generasi terkini. Simulasi diawali dengan mission planning menggunakan sistem pemetaan digital yang terintegrasi dengan feed intelijen untuk menentukan rute infil dan objektif. Prosedur infiltrasi dilakukan dengan kendaraan khusus yang dimodifikasi untuk operasi diam (silent running), sementara equipment check terakhir dilaksanakan sebelum drop-off point (DOP), dengan verifikasi menyeluruh pada fungsi ENVG dan sistem komunikasi intra-tim.
Prosedur Infiltrasi dan Navigasi Taktis dengan ENVG
Setelah infiltrasi kaki dimulai, tim menerapkan tactical movement menggunakan formasi single file dengan interval 10 meter. Personel terdepan (point man) bertugas melakukan navigasi menggunakan ENVG, di mana waypoint dari peta digital diproyeksikan langsung pada bidang pandang melalui heads-up display. Prosedur penyeberangan area berbahaya (seperti jalan) dilaksanakan dengan teknik 'far-side near-side security': setengah tim terlebih dahulu mengamankan sisi jauh (far side) sebelum seluruh anggota tim melakukan penyeberangan secara cepat dan tersinkronisasi. Teknik ini meminimalkan paparan dan mempertahankan keamanan selama fase pergerakan dalam operasi malam.
Eksekusi Objektif dan Teknologi Target Engagement
Saat mencapai objektif, tim melakukan pengintaian (reconnaissance) menggunakan ENVG dalam mode termal, yang memungkinkan deteksi personel penjaga atau perangkap bahkan melalui dedaunan dan dalam kondisi tanpa cahaya sama sekali. Untuk fase serangan (assault), tim memanfaatkan sistem penunjukan sasaran dengan laser inframerah (IR) yang hanya terlihat melalui alat penglihatan malam. Penembak yang dilengkapi dengan weapon sight yang terintegrasi dengan ENVG dapat melihat designator laser tersebut dan melakukan tembakan dengan akurasi tinggi, sebuah taktik kunci dalam simulasi tempur modern.
Komunikasi selama seluruh operasi dilaksanakan menggunakan radio dengan bone conduction headset yang terintegrasi dengan sistem ENVG. Hal ini memungkinkan komunikasi suara yang jelas tanpa mengganggu pendengaran situasional (situational hearing) prajurit, faktor kritis dalam menjaga kesadaran akan lingkungan. Setelah objektif dicapai, tim melakukan eksfiltrasi menuju rally point (RP) yang telah ditentukan sebelumnya, menyelesaikan siklus operasi.
Simulasi ini berhasil mendemonstrasikan peningkatan signifikan dalam kecepatan, akurasi, dan koordinasi operasi pasukan khusus di malam hari. Penggunaan ENVG dengan fitur fused imaging (penggabungan citra termal dan intensifikasi gambar), wireless data link untuk kesadaran situasional, dan kompas bawaan dengan proyeksi waypoint, mentransformasi prosedur taktis tradisional menjadi operasi yang lebih dinamis dan tersambung secara digital.