BEDAH TAKTIK
Puspenerbad TNI AD Bedah Taktik 'Air Mobile Assault' untuk Kawasan Perkotaan Terbatas
17 Mei 2026
Bandung, Jawa Barat
11 views
Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) TNI AD merilis analisis taktis terkini tentang pelaksanaan operasi 'Air Mobile Assault' di lingkungan perkotaan dengan medan terbatas. Taktik ini dirancang untuk menurunkan pasukan infanteri cepat dengan helikopter ke titik-titik kunci di daerah perkotaan yang padat. Prosedur standar dimulai dengan fase pengintaian udara menggunakan drone kecil untuk mengidentifikasi zona pendaratan (LZ) yang aman, biasanya atap gedung, lapangan olahraga, atau area terbuka di antara bangunan. Helikopter tempur seperti MI-35P atau AH-64 Apache akan melakukan 'pre-assault fire' untuk menetralisir ancaman di sekitar LZ menggunakan kanon dan roket. Selanjutnya, helikopter transportasi (seperti NAS 332 Super Puma) akan mendekati LZ dalam formasi 'V' dengan kecepatan tinggi, melakukan pendekatan spiral untuk mengurangi kerentanan. Begitu mendarat, pasukan akan turun dengan teknik 'fast rope' atau langsung melompat jika keadaan memungkinkan, membentuk perimeter pertahanan segera. Tim pertama yang turun akan mengamankan area, sementara tim kedua langsung bergerak menuju objektif dengan dukungan tembakan dari helikopter yang berputar di atas (top cover). Koordinasi antara pilot, komandan udara di helikopter (Air Mission Commander), dan komandan pasukan di darat menjadi kunci utama, dengan komunikasi menggunakan radio terenkripsi dan penanda visual.
ENTITAS TERDETEKSI
Organisasi: Pusat Penerbangan Angkatan Darat, Puspenerbad TNI AD