BEDAH TAKTIK
Pendadaran Yonif 300 Raider Uji Ketahanan dan Taktik Gerilya
01 Mei 2026
Medan berat (simulasi)
3 views
Batalyon Infanteri 300/Raider melaksanakan kegiatan pendadaran (latihan tempur tingkat batalyon) di medan berat untuk menguji ketahanan fisik dan penguasaan taktik gerilya. Latihan ini mensimulasikan kondisi dimana pasukan harus bertahan dan bergerak di wilayah dikuasai musuh. Fase pertama adalah Infiltrasi. Prajurit melakukan pergerakan jarak jauh (long-range movement) secara diam-diam melintasi hutan dan perbukitan dengan membawa beban tempur penuh, menggunakan teknik navigasi darat tanpa GPS sebagai cadangan. Fase kedua adalah Pembuatan Base Camp. Setelah mencapai area operasi, pasukan mendirikan posisi pertahanan tersembunyi (concealed defensive position) dengan memperhatikan camouflage, concealment, dan cover (3C). Mereka juga melatih penyiapan ranjau peringatan (trip flares) dan pos pengamatan (observation post) di sekeliling base camp. Fase ketiga adalah Serangan Gerilya (Guerrilla Strike). Pasukan membentuk tim-tim kecil (fire team size) untuk melaksanakan taktik hit-and-run terhadap konvoi atau pos musim simulasi. Taktik yang dipraktikkan termasuk penyergapan (ambush) dengan formasi linear L-shape, serangan cepat (raid) terhadap pos terisolir, dan penghindaran kontak langsung (avoidance) jika dihadapkan pasukan yang lebih besar. Fase akhir adalah Exfiltration dan Survival. Pasukan harus keluar dari area dengan rute yang berbeda sambil melatih survival dasar seperti memperoleh air, membuat perangkap sederhana, dan pertolongan pertama lapangan.