Sketsa Taktis
Memahami Strategi, Membangun Kekuatan Bangsa
BEDAH TAKTIK

Latma Malindo Jaya, TNI AL Siapkan Dua KRI untuk Manuver Laut

Latma Malindo Jaya menguji prosedur taktis operasi laut gabungan melalui serangkaian manuver terstruktur yang melibatkan KRI Sultan Iskandar Muda-367 dan KRI Tombak-629. Latihan ini berfokus pada fase Screen Exercise (Screenex) untuk pertahanan dan blokade serta Gunnery Exercise (Gunnex) untuk prosedur penembakan ofensif. Tujuannya adalah meningkatkan interoperabilitas dan respons otomatis satuan tugas dalam menghadapi berbagai skenario ancaman di laut.

Latma Malindo Jaya, TNI AL Siapkan Dua KRI untuk Manuver Laut

Latma Malindo Jaya kembali menguji peningkatan kemampuan operasi laut bersama antara Indonesia dan Malaysia. Dalam rangkaian latihan terstruktur ini, dua unit kapal perang Republik Indonesia (KRI) dikerahkan untuk menjalani serangkaian manuver laut kompleks yang dirancang untuk mengasah taktik dan interoperabilitas. KRI Sultan Iskandar Muda-367 dan KRI Tombak-629 dipersiapkan untuk menjalankan fase-fase latihan standar NATO yang mencakup Screen Exercise (Screenex) dan Gunnery Exercise (Gunnex). Tahapan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan simulasi prosedural untuk membangun respons otomatis dalam menghadapi berbagai skenario ancaman di laut.

Membentuk Formasi dan Prosedur Awal: Dari Photex ke Penjagaan Screen

Sebelum masuk ke inti latihan taktis, prosedur standar dimulai dengan Photo Exercise (Photex). Instruksi pertama adalah membentuk formasi kolom dan garis depan. Tujuan utamanya adalah untuk melakukan sinkronisasi visual dan dokumentasi, namun secara taktis, langkah ini krusial untuk:

  • Menyamakan kecepatan dan jarak antar kapal dalam satuan tugas.
  • Menetapkan posisi relatif dan titik acuan bagi semua awak kapal.
  • Menguji prosedur komunikasi dasar sebelum beralih ke mode secure.

Setelah formasi terbentuk, latihan memasuki fase Screen Exercise (Screenex). Dalam skenario ini, KRI Tombak-629 berperan sebagai screen ship atau kapal penjaga. Tugas utamanya adalah melindungi kapal utama, dalam hal ini KRI Sultan Iskandar Muda-367, yang bertindak sebagai unit yang dilindungi (high-value unit).

Deteksi, Blokir, dan Tembak: Prosedur Screenex dan Gunnex

Manuver Screenex dilakukan dengan pola patroli zig-zag di sektor depan formasi. KRI Tombak-629 akan mengaktifkan radar permukaan dan sonar aktif/pasif untuk mendeteksi ancaman kapal selam maupun permukaan. Prosedur standar yang dijalankan adalah:

  • Deteksi dan Identifikasi: Operator sensor melaporkan kontak yang terdeteksi menggunakan saluran komunikasi secure voice dan data link ke kapal utama.
  • Manuver Blokir: Jika kontak teridentifikasi sebagai ancaman, kapal screen akan segera melakukan blocking maneuver. Ini berarti kapal akan memposisikan diri di antara ancaman dan kapal utama.
  • Perintah Evakuasi: Secara bersamaan, kapal screen memberikan perintah evasive action kepada kapal utama untuk menjauhi zona bahaya.

Setelah latihan pertahanan, giliran fase ofensif dalam Gunnery Exercise (Gunnex) dimulai. Meski menggunakan sistem simulasi, prosedur penembakan mengikuti langkah-langkah operasional nyata:

  • Akuisisi Target: Operator di Combat Information Centre (CIC) melakukan search dan acquisition target menggunakan radar.
  • Tracking dan Lock-On: Setelah target terdeteksi, perintah 'track' dan 'lock on' diberikan untuk mengunci sasaran.
  • Permintaan dan Pelaksanaan Tembakan: Penembak meminta izin menembak (request permission to fire) kepada komando latihan. Setelah otorisasi diberikan, dilakukan simulasi tembakan dari meriam utama dan senjata ringan otomatis (CIWS).

Rangkaian latihan dilengkapi dengan fase-fase pendukung seperti Publication Exercise (Pubex) untuk menguji prosedur komunikasi kripto, Vertical Replenishment (Vertrep) dengan helikopter, serta Boarding Exercise. Setiap fase merupakan modul terpisah yang secara kolektif menguji doktrin operasi laut gabungan. Poin kunci yang dilatih adalah transisi mulus antar fase, ketepatan prosedur komunikasi, dan kecepatan reaksi dalam manuver.

Dari Latma Malindo Jaya ini, terdapat pelajaran taktis penting: efektivitas sebuah satuan tugas laut modern tidak hanya bergantung pada teknologi sensor dan senjata, tetapi pada disiplin prosedural yang terlatih. Kemampuan kapal screen seperti KRI Tombak untuk mendeteksi, melaporkan, dan memblokir ancaman dengan cepat, serta respons evasif kapal utama, adalah hasil dari pengulangan latihan terstruktur seperti Screenex dan Gunnex. Inilah fondasi interoperabilitas yang membuat aliansi maritim kuat dan responsif di setiap medan operasi.

ENTITAS TERDETEKSI
Organisasi: TNI AL