Sketsa Taktis
Memahami Strategi, Membangun Kekuatan Bangsa
BEDAH TAKTIK

Bedah Taktik Anti-Submarine Warfare (ASW): Prosedur Deteksi dan Engagement Kapal Selam

Bedah Taktik Anti-Submarine Warfare (ASW): Prosedur Deteksi dan Engagement Kapal Selam
Taktik Anti-Submarine Warfare (ASW) melibatkan prosedur multi-layer untuk detect, classify, track, dan engage kapal selam. Layer pertama adalah detection menggunakan sensor aktif dan pasif. Prosedur aktif melibatkan penggunaan sonar hull-mounted atau towed array untuk mengirim ping acoustic dan menerima echo. Operator sonar menganalisis echo untuk menentukan range, bearing, dan mungkin type. Prosedur pasif menggunakan Passive Sonar untuk mendeteksi noise dari submarine (seperti propeller, machinery). Analisis noise signature dilakukan untuk classification. Layer kedua adalah classification dan tracking: setelah detection, kapal ASW melakukan maneuver untuk confirm contact, seperti zigzag atau circle pattern untuk triangulate position. Data dikirim ke command center untuk plot track dan menentukan threat level. Layer ketiga adalah engagement: jika submarine diklasifikasikan sebagai hostile, kapal ASW dapat menggunakan torpedo atau depth charge. Prosedur torpedo launch melibatkan calculation of target course, speed, depth, dan launch dari tube atau helicopter drop. Torpedo kemudian melakukan homing aktif atau pasif untuk intercept. Helicopter ASW (seperti Panther) beroperasi dengan prosedur drop sonobuoy pattern untuk detection, kemudian melakukan torpedo launch dari udara. Koordinasi antara kapal permukaan, helicopter, dan possibly submarine friendly adalah kunci dalam taktik ASW modern untuk membentuk integrated ASW network.