BEDAH TAKTIK
Bedah Formasi dan Prosedur Tim EOD Puspenerbad dalam Latihan Penjinakan Bom
23 Mei 2026
Malang, Jawa Timur
14 views
Tim Explosive Ordnance Disposal (EOD) dari Pusat Penerbad (Puspenerbad) TNI AD mendemonstrasikan formasi dan prosedur standar dalam latihan penjinakan improvised explosive device (IED) di Malang. Prosedur diawali dengan arrival dan site assessment. Tim tiba dalam konvoi dua kendaraan: kendaraan command dan kendaraan equipment. Setiba di lokasi, tim membentuk perimeter keamanan dengan radius 100 meter. Formasi kerja tim terdiri dari team leader sebagai pengambil keputusan, assistant yang mengoperasikan robot EOD, primary technician yang mengenakan bomb suit untuk pendekatan manual, dan medic yang standby di posisi aman. Prosedur penjinakan dimulai dengan deployment robot EOD untuk pengintaian visual dan radiografi (X-ray) terhadap suspected IED. Jika memungkinkan, robot akan menempatkan disruptive charge untuk melakukan controlled detonation. Jika pendekatan robot tidak feasible, primary technician melakukan approach on foot dengan langkah hati-hati, menghindari trip wires dan pressure plates. Technician kemudian melakukan visual identification, menentukan jenis firing mechanism, dan memilih metode render safe procedure (RSP): baik dengan mechanical disruption, chemical disruption, atau water jet. Seluruh proses dikomunikasikan via radio dengan kode khusus. Setelah device dinetralkan, tim melakukan post-blast analysis dan evidence collection.
ENTITAS TERDETEKSI
Organisasi: Pusat Penerbad (Puspenerbad), TNI AD, Tim Explosive Ordnance Disposal (EOD)
Lokasi: Malang