DOKTRIN
Bedah Doktrin Pertahanan Udara TNI AU: Skema Layered Defense terhadap Ancaman Drone dan Pesawat
16 Juli 2026
6 views
Doktrin pertahanan udara TNI AU menggunakan skema layered defense untuk menghadapi ancaman drone dan pesawat. Layer pertama adalah early warning melalui radar jaringan (networked radar) yang memberikan detection pada range long-distance (lebih dari 200 km). Layer kedua adalah interception oleh fighter aircraft dengan CAP (Combat Air Patrol) di zona tertentu, menggunakan tactic fighter sweep: dua atau lebih pesawat bergerak dalam formation untuk area coverage. Layer ketiga adalah point defense menggunakan SAM (Surface-to-Air Missile) sistem seperti Nasams atau rudal jarak medium, dengan engagement sequence: detection oleh radar sistem, tracking, launch approval, dan missile guidance. Layer keempat adalah last-ditch defense menggunakan cannon atau short-range missile seperti anti-drone system dengan kinematik engagement cepat. Prosedur integrasi antar layer menggunakan C2 system yang mengalokasikan threat berdasarkan priority: high-value target ditangani layer 2 atau 3, low-value atau swarm drone oleh layer 4. Koordinasi juga melibatkan informasi dari layer 1 untuk vector intercept yang efisien.
ENTITAS TERDETEKSI
Organisasi: TNI AU